Buku “The Hard Truth About Soft Skills: Workplace Lessons Smart People Wish They’d Learned Sooner” ditulis oleh Peggy Klaus dan berisi banyak fakta menarik tentang Softskill yang sangat penting di tempat kerja. Berikut adalah beberapa fakta menarik dari buku tersebut:
Baca juga Rekomendasi Novel Sedih
- Softskill, seperti kemampuan berkomunikasi dan kepemimpinan, sering kali diabaikan dalam pelatihan dan pengembangan karyawan, padahal sangat penting untuk kesuksesan di tempat kerja.
- Softskill yang kurang dapat memengaruhi karier seseorang bahkan lebih dari keterampilan teknis yang dimiliki.
- Selain keterampilan interpersonal dan kepemimpinan, Softskill lain yang penting termasuk kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan bekerja sama dalam tim.
- Terkadang, wanita cenderung mengalami kesulitan dalam memperlihatkan kepemimpinan dan berbicara di depan umum karena adanya stereotip gender yang masih melekat di masyarakat.
- Menjadi asertif dan berbicara dengan jelas dan tegas adalah keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki di tempat kerja, terutama ketika menangani konflik atau negosiasi.
- Softskill dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan pengembangan yang tepat, serta dengan berlatih secara teratur dan menerima umpan balik konstruktif dari rekan kerja atau atasan.
- Menjaga Softskill tetap terasah dan ditingkatkan juga dapat membantu seseorang menghadapi perubahan di tempat kerja, seperti perubahan dalam struktur organisasi atau teknologi.
- Softskill juga dapat membantu seseorang menjadi pemimpin yang lebih efektif dan berhasil dalam memimpin tim yang sukses.
- Penting untuk menyadari bahwa Softskill tidak dapat dipelajari dalam semalam, dan membutuhkan waktu dan usaha yang konsisten untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan tersebut.
Baca juga Cara mengasah Softskill dengan mudah
Akhirnya, meskipun Softskill seringkali diabaikan atau dianggap sepele di tempat kerja, mereka dapat menjadi faktor penting dalam kesuksesan seseorang di karier mereka. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pengembangan Softskill sejak awal dan melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan karier.